Thursday, August 9, 2018

ANAMNESA IBU BERSALIN

Anamnesis dan pemeriksaan fisik secara seksama merupakan bagian dari asuhan sayang ibu yang baik dan aman selama persalinan., tapi kali ini kita mau bahas anamnesanya dulu ya.. pemeriksaan fisik menyusul di post selanjutnya.
Pertama, sapa ibu dan beritahukan apa yang akan anda lakukan. Jelaskan pada ibu tujuan anamnesis. jawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan oleh ibu. Sambil melakukan anamnesis dan pemfis, perhatikan adanya tanda-tanda penyulit atau kondisi gawatdarurat dan segera lakukan tindakan yang sesuai apabila diperlukan untuk memastikan proses persalinan akan berlangsung secara aman. catatkan semua temuan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik secara seksama dan lengkap. Jelaskan makna temuan dan kesimpulannya kepada ibu dan keluarganya.
Tujuan anamnesis adalah mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan,kehamilan dan persalinan. Informasi ini digunakan dalam proses membuat keputusan klinik untuk menentukan diagnosis dan menbgembangkan rencana asuhan atau perawatan yang sesuai.

Hal-hal yang ditanyakan pada ibu :

  1. Nama, umur, alamat
  2. Gravida dan para
  3. Hari pertama haid terakhir
  4. Kapan bayi akan lahir (menurut taksiran ibu)
  5. Riwayat alergi obat-obatan tertentu
  6. Riwayat kehamilan yang sekarang
    • Apakah ibu pernah melakukan pemeriksaan antenatal? jika ya, periksa kartu asuhan antenatalnya (jika mungkin)
    • Pernahkah ibu mendapat masalah selama kehamilannya (misalnya; perdarahan, hipertensi, dll)?
    • Kapan mulai kontraksi?
    • Apakah kontraksi teratur? seberapa sering kontraksi terjadi ?
    • Apakah ibu masih merasakan gerakan bayi ?
    • Apakah selaput ketuban sudah pecah? Jika ya, apa warna cairan ketuban? Apakah kental atau encer ? Kapan saat selaput ketuban pecah? (periksa perineum ibu untuk melihat air ketuban di pakaiannya)
    • Apakah keluar cairan bercampur darah dari vagina ibu? Apakah berupa bercak atau darah segar pervaginam ? (periksa perineum ibu untuk melihat darah segar atau lendir bercampur darah di pakaiannya)
    • Kapan ibu terakhir kali makan dan minum ?
    • Apakah ibu mengalami kesulitan untuk berkemih?
      7. Riwayat kehamilan sebelumnya:
    • Apakah ada masalah selama persalinan atau kelahiran sebelumnya (bedah sesar, persalinan dengan ekstraksi vakum atau forseps, induksi oksitosin, hipertensi preeklampsia/ eklampsia, perdarahan pasca persalinan)?
    • Berapa berat badan bayi yang paling besar dilahirkan pernah ibu lahirkan ?
    • Apakah ibu mempunyai bayi bermasalah pada kehamilan/persalinan sebelumnya?
      8. Riwayat medis lainnya (masalah pernafasan, hipertensi, gangguan jantung, berkemih, dll)
      9. Masalah medis saat ini (sakit kepala, gangguan penglihatan,pusing atau nyeri epigastrium
          bagian atas). Jika ada, periksa tekanan darahnya dan protein dalam urine ibu
    10. Pertanyaan tentang hal-hal yang belum jelas atau berbagai bentuk kekhawatiran lainnya. 

Dokumentasikan semua temuan. Setelah anamnesis lengkap, lakukan pemeriksaan fisik.

Sumber : JNPK-KR.2008."Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal, Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir" (hal: 38-39). Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Sedikit review dari pengalaman selama di klinik, anamnesa yang lengkap dan sesuai kebutuhan sangat penting sekali, karena dengan melakukan anamnesa secara lengkap,kita sebagai pemberi asuhan sudah sangat terbantu untuk menentukan diagnosa dengan tentunya melakukan pemeriksaaan fisik sesuai kebutuhan yang bisa kita dapatkan dari hasil anamnesa. Anamnesa juga dapat dilakukan sembari salah satu bidan yang lain melakukan pemeriksaan fisik ibu bersalin, dengan begitu asuhan berjalan efisien.  
Semoga bermanfaat yaa....

No comments:

Post a Comment